
Bu Saima & Pak Sukarji
20 tahun menyerut
Suami-istri yang menekuni biting sebagai usaha keluarga. Keterampilannya warisan turun-temurun, dikerjakan setiap hari di sela waktu — hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari, disetor kuintalan ke pengepul.
Kerajinan · Dusun Segelan
Dari dupa yang menyala sampai sempol di gerobak langganan — banyak hal bertumpu pada lidi bambu kecil ini. Dari Dusun Segelan, lidi-lidi itu diserut satu per satu oleh tangan warga, sudah lebih dari dua puluh tahun.
Pesan via WhatsApp
Kenalan Dulu
Biting adalah lidi bambu tipis, lurus, dan serbaguna. Ia menjadi rangka batang dupa, tusuk sempol, tusuk sate, sampai berbagai keperluan dapur lain. Pada dupa, pasta wangi dibalutkan ke lidi ini dan ujung bawahnya disisakan polos sebagai pegangan.
Warga Segelan sendiri pernah memproduksi tusuk bakso sebelum masa pandemi. Kini permintaan terbesar memang datang dari pasar dupa, tapi lidi yang sama juga mengalir ke kebutuhan tusuk makanan.
Penggunaan paling umum: posisi biting pada dupa
Cerita Perjalanan
Kerajinan ini tidak muncul tiba-tiba — ia menyebar dari satu keluarga ke hampir seisi dusun.
Mulanya biting dari Segelan disetorkan jauh ke Blitar melalui kerabat, dengan harga kala itu masih sekitar Rp1.200 per kilogram.
Seiring waktu, pengepul muncul di Sumbersari — warga tak perlu lagi mengirim jauh, hasil serutan cukup disetor dan dijemput mobil.
Melihat hasilnya, makin banyak keluarga ikut menyerut. Keterampilan menular dari orang tua ke anak, dari tetangga ke tetangga.
Puluhan warga terlibat dalam rantai produksi — dari penyerut rumahan hingga pengepul bermesin — dengan hasil ton-an biting setiap minggunya.
Dapur Produksi
Prosesnya kelihatan sederhana, tapi tiap tahap butuh ketelatenan — salah pilih bambu saja, lidinya mudah patah.
Bambu Petung
Berbatang besar dan tebal — bahan andalan karena seratnya kuat.
Bambu Jawa
Alternatif yang banyak tumbuh di sekitar dusun.
Bambu Apus
Lentur dan mudah dirajang halus.
Tidak semua bambu bisa dipakai — pengrajin memilih batang yang cukup tua langsung dari rumpunnya.
Bambu tua dipotong per ruas, dipilih bagian yang lurus dan mulus.

Ruas dibelah memanjang; bagian dalam yang lunak — 'hati' bambu — dibuang karena mudah patah.
Bilah bambu dirajang dan diserut menjadi lidi-lidi tipis berukuran seragam. Inilah tahap yang paling menuntut jam terbang.

Lidi dijemur sampai benar-benar kering. Saat panas terik, sehari saja cukup.
Lidi dipilah menurut panjang dan mutu, lalu diikat rapi per bal, siap ditimbang.

Hasil serutan — bisa sampai kuintalan per keluarga — dijemput mobil pengepul dan dibayar tunai di tempat.
Saat matahari tak muncul, lidi tak bisa kering dijemur. Pengrajin menyalakan perapian dan mengeringkan biting di atas baranya — cara lama yang tetap dipakai sampai sekarang.
Rahasia Mutu
Di dusun ini ada dua cara membuat biting — dan hasilnya tidak sama.
Menurut pengrajin, serutan tangan menghasilkan lidi yang lebih rapi — mesin memang ringkas, tapi hasilnya kalah halus. Keduanya kini berjalan berdampingan: tangan menjaga mutu, mesin mengejar volume.
Orang-Orangnya
Dua dari sekian banyak keluarga penyerut di Dusun Segelan.

20 tahun menyerut
Suami-istri yang menekuni biting sebagai usaha keluarga. Keterampilannya warisan turun-temurun, dikerjakan setiap hari di sela waktu — hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari, disetor kuintalan ke pengepul.

10+ tahun menyerut
Bersama istrinya memproduksi sekitar satu kuintal per minggu. Pernah merambah tusuk bakso sebelum pandemi, kini kembali fokus ke biting dupa — dan tetap memilih menjaga kerapian serutan tangan.
Sing penting telaten — bambu dipilih sing tuwek, dirajang alon-alon, hasile mesti apik.
Para pengrajin berharap akses pasar yang lebih luas dan dukungan pengembangan usaha — supaya kerajinan ini terus tumbuh dan makin banyak warga yang terangkat.
Untuk Pembeli
Biting dijual per kilogram dalam ikatan. Untuk kebutuhan volume besar, mari diskusikan langsung.
Harga dapat berubah mengikuti ukuran, proses (tangan/mesin), dan kondisi pasar.
Hubungi kami untuk harga terbaru, contoh produk, atau penjadwalan kunjungan langsung ke Dusun Segelan.
Pesan via WhatsAppDokumentasi



